|
PERWAKILAN Umat Buddha Indonesia (WALUBI) kali ini bertolak ke Provinsi Kalimantan Selatan. Melakukan misi kemanusian pengobatan Cuma-Cuma untuk warga masyarakat Banjarmasin sekitarnya di area Lanud Syamsuddin Noor, 21/7/05.
Walubi bekerjasama dengan TNI-AU dalam peran karya bakti di Banjarmasin pada 21 dan 22 Juli 2005 membantu pemerintah daerah, salah satu program Walubi dalam pelayanan masyarakat tersebut disebut Dharma Negara yakni meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat mendukung pembangunan nasional.
“Dengan keterbatasan yang dimiliki, kami akan berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan”, tutur Kasau Marsekal Madya Joko Suyanto.
Kasau menyadari karya bakti kesehatan itu masih jauh yang diharapkan seluruh masyarakat, “ namun hal terpenting semua berangkat dari niat yang tulus ”pinta Jenderal AU kepada reporter Walubi.
Sementara Kapolda Kalsel Brigjen Pol.Sudibyo yang dijumpai reporter Warta Walubi disela-sela acara. Ketika ditanya tentang kerukunan umat beragama di Kalimantan Selatan. Sudibyo mengatakan dalam titik aman terkendali dan masih terus dipantau, untuk segi keamanan Kapolda terus meningkatkan agar tidak memicu pada unsur SARA. Menurut Sudibyo sendiri pernah terjadi sebagai pemicu awal munculnya penyerangan dan perusakan tempat-tempat hiburan dengan membawa panji agama. “ dalam situasi sekarang ini kami kondisikan anggota tetap waspada, apalagi adanya kelangkaan BBM yang akan menimbulkan dampak negatif warga” kata Jenderal bintang satu.
Kapolda yang disibukan dengan penangkapan ratusan pemain judi togel dan illegal loging ini mengharapkan saudara-saudara yang mayoritas beragama maupun non muslim berada dilapis bawah dalam misinya agar tidak bersifat ekclusiv yang memunculkan kecemburuan sosial, seraya meminta masyarakat agama berusaha merubah prilaku pikiran negatif dalam membawa peran agamanya masing-masing.
Sedangkan Ketua DPD Walubi Kalimantan Selatan Sumpono Kang Martono sebagai tuan rumah, sudah jauh-jauh hari mengumpulkan sukarelawan Mahayana, Maitreya, Theravada, Budhayana dan Tridharma. Sumpono menginginkan Walubi pusat di Jakarta rutin menyelenggarakan baksos kesehatan di Kalsel, karena dinilainya masih belum seberapa bila dilakukan sekali-sekali. Kang Martono melihat gebrakan Walubi selama duahari bersama TNI AU sangat bagus sekali, banyak pelayanannya seperti operasi bibir sumbing, operasi bedah minor, gigi, operasi katarak, khitanan masal. “ kalau baksos Walubi Kalsel dilakukan setahun duakali tetapi hanya sebatas donor darah saja, karena tidak mempunyai dokter sukarelawan ahli, disamping Kalsel masih banyak kekurangan dan membutuhkan darah” kata sumpono yang mempunyai Vihara Duta Prabha
Kegiatan pelayanan kesehatan Cuma-Cuma, diselenggarakan selama duahari itu, tercatat jumlah pasien sebanyak 924 jiwa. Dalam pembukaannya tampak hadir Gubernur Kalimantan Selatan H. Tursandi Alwi, Walikota Banjar Baru Hadi Susilo, Bupati Banjar, Danrem 101 Antasari, Karumkit Lanud Sam dan para tokoh pemuka agama.
|
|