…
Segala Sesuatu Yang Terbentuk Memang Tidak Kekal Adanya
UMAT Buddha kembali kehilangan seorang guru, seorang teladan, yang berbakat sebagai pengembang Dhamma. Beliau. Yang Mulia Bhikkhu Sati Sampanno dalam usia yang masih sangat muda yaitu 24 tahun.
Beliau adalah seorang Bhikkhu yang rajin dan tidak pernah mengenal lelah dalam membabarkan Dhamma tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga sampai kepeloksok-peloksok Desa.
Bhante Sati meru pakan seorang bhante yang lembut namun tegas dalam setiap membimbing umatnya, walau beberapa bulan tubuh bhante merasa lemas, digerogoti penyakit yang berada di dalam tubuhnya.
Semangat Bhante tak pernah pudar dengan kekuatan Buddha ia berjuang tidak henti dan berhenti membawa kabar Dhamma ajaran Buddha, sampai akhirnya jatuh lunglai tak mampu berdaya menahan rasa sakit membalut tubuhnya terhadap kangker darah disertai kebocoran tiga katub di jantungnya. Akhirnya dia meninggalkan kita tuk selama-lamanya terhitungRabu, 28 september 2005 pukul 00.45 di RS Sloam Glean Eagle Karawaci Tangerang.
Bhante Sati Sampanno lahir 17 Juli 1981 di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, sebelumnya mempunyai nama Joko Supolo. Bhante putra pertama dari dua bersaudara pasangan Sawilah dan Suwardi dan diakui sejak kecil tekun, tertarik pada Buddha Dhamma. Cita-citanya berhasil menjalankan hidup kebhikhuan setelah menjumpai YM.Phra Rajvaracharn Mahathera. Joko Supolo akhirnya pada 12 Mei 2005 ditahbis menjadi seorang samanera di Vihara Vipassana Graha Lembang, Bandung. Karirnya sebagai samanera menanjak sehingga dalak kurun waktu dua tahun tepatnya 28 Mei 2004 samanera diupasampada kembali menjadi Bhikkhu dengan upajjaya dan tempat pentahbisan yang sam, dengan nama Bhikkhu Sati Sampanno.
Bhante yang low profile ini lengkap sudah, apa yang telah diinginkan tercapai mutlak tidak sia-sia selama hidupnya dipergunakan di jalan kebuddhaan. Guru pembimbing beliau adalah YM. Sumedho Thera, sedangkan guru pengajar senior YM Phra Wongsin Labhiko Mahathera.
Pada akhirnya kepada Warta Walubi Ketua DPP WALUBI Dra.S. Hartati Murdaya dan Koordinator Dewan Sangha. “Semoga Bhante Sati Sampanno dapat kembali dilahirkan di alam yang lebih baik, karena dari beliau, Bhante adalah cermin perjuangan bagi setiap umat Buddha “ .
|