DALAM rangka Bulan Solidaritas Nasional (BSN) yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Silang Selatan MONAS Jakarta, Oktober lalu. Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) di bawah pimpinan Dra. S. Hartati Murdaya bersama para pengusaha dermawan DKI-Jakarta melakukan penjualan sembako murah seharga Rp. 10.000.- hingga Rp. 15.000.- di pusatkan di Kecamatan Cilincing Jakarta-Utara, pada Jum’at 14/10/05.
Penjualan sembako murah diprioritaskan kepada warga yang kurang beruntung di Wilayah Jakarta Utara khusus Kecamatan Cilincing dikeluarkan sebanyak 5000 kupon, distribusikan langsung selama satu hari sebelumnya oleh para sukarelawan yang menyebar ketempat tempat warga yang tergolong kumis (kumuh dan miskin) secara door to door ke tujuh Kelurahan pada Kamis 13/10 meliputi : Kel. Cilincing, Kel. Marunda, Kel. Rorotan, Kel. Sukapura, Kel. Semper Barat, Kel. Semper Timur dan Kel. Kalibaru.
WALUBI yang mempunyai Majelis-majelis, turut andil bergabung dalam barisan Bulan Solidaritas Nasional (BSN), seperti Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia (MADHA TANTRI), Pandita Sabha Buddha Dharma Indonesia (PSBDI), Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI), dan Majelis Tridharma.
Transportasi penjemputan disiapkan 6 unit kendaraan bus Cuma-Cuma oleh Ketua Umum Walubi dan dikerahkan di tiga titik Kelurahan, karena mengingat letak rumah warga berjauhan dengan lokasi pasar murah sembako yang diselenggarakan di Kecamatan Cilincing.
Sembako murah seharga 10.000 sampai lima belas ribu rupiah yang diberikan warga, paketnya berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1000 gram, sekantong biskuit lapis gula, sambel botol, sabun mandi serta sabun bubuk.
Warga Cilincing kurang mampu antusias antri berhimpit-himpitan walau hanya mempunyai uang lima belas ribu. Ada juga yang hasilnya dibagi dua dengan yang empunya uang, semua pemegang kupon optimis untuk memperoleh sembako murah. Dan kedapatan dua orang warga Cilincing jatuh pingsan tak tahan berdesak-desakan menunggu kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mau melihat dari dekat dan ternyata SBY terlambat datang.
Dra. S. Hartati Murdaya yang disapa Ibu Murdaya telah banyak berpengalaman dalam memberi pelayanan kesehatan gratis telah menyiapkan Tim Kesehatan. Dan secepat nya dua warga yang pingsan dipapah kedalam untuk diberikan pertolongan.
Hadir pada acara itu selain Presiden SBY, Gubernur DKI-Jakarta Sutiyoso, Mensos Bactiar Chamsyah dan Sekab Sudi Silalahi. tt
|