|
|
SEKITAR 300 Umat Buddha terdiri dari perwakilan para pemuda 12 Majelis di Walubi mengikuti Gathering Day selama dua hari 18 dan 19 Pebruari 2006 di Mega Mendung, Puncak Kegiatan perjuangan bersama memantapkan visi, misi anak bangsa sebagai Pemuda Walubi siap menjaga kesatuan dan persatuan organisasi. Intinya mengikat erat rasa persaudaraan sesama majelis tanpa mengedepankan ritual keagamaan, kata Humas DPP Walubi.
Sujito Kusumo Kartiko SE, MBA (Ketua DPP WALUBI), sangat setuju adanya generasi muda (GM) Walubi sebagai pewaris dan tulang punggung organisasi telah terbentuk. Dan Sujito berharap generasi muda dapat tanggap dalam mempersatukan para pemuda Buddhis hingga terjalin komunikasi yang berkesinambungan, antara pemuda majelis satu dengan lainnya.
Sementara Ketua GM Walubi Winarso, mengemukakan terbentuknya GM, selain untuk menyatukan visi, misi kebersamaan juga bersama-sama berjuang menyelamatkan agama Buddha beserta potensi umat Buddha yang ada di Indonesia.
Talkshow dipandu Hilbram Dunan (penyiar Hardrock FM)mengangkat topik “anak gaul yang kreatif”. Untuk mencintai lingkungan GM Walubi juga peduli menjaga alam hijau sambil bereboisasi menanamkan 1100 bibit pohon.
Out Bond salah satu acara suguhan cuci otak paling menarik, dalam ber strategi. Untuk melintasi lawan bermain, perkelompok pemuda masing-masing perwakilan Majelis agama Buddha harus bisa menyelamatkan kawannya dari area larangan dan harus kompak, menciptakan satu ide, tidak terjebak, agar dapat mencapai finish.
Sementara pada malam hari digulirkan acara api unggun sebagai malam keakraban berekspresi diringi musik DJ, R & B dan disco, serta menyanyikan lagu2 mandarin dengan dentuman suara music Ok…. punya.
Acara ditutup refreshing menaiki truk sepanjang 5 km bagai arung jeram berada ditengah arus air deras, kendaraan berkelok-kelok dan melintasi pohon yang tidak begitu tinggi, terkadang peserta yang berada di kendaraan sport jantung yang harus tunduk dan berdiri karena pacu kendaraan lumayan kencang, ditambah berjalan kaki menuju air terjun curug panjang, puncak.
Iin peserta generasi muda dari Kasogatan merasa senang Walubi ada generasi muda, tapi kalo bisa ada ceramah dharma.
Meimi dari Buddha Sasana acaranya Gathering Day sih Ok nambah wacana dan banyak temen.
Juju dari Madhatantri, Saya suka temen-temennya lebih pede dan kompak tapi sayang jantung saya suka denyutnya kencang gitu.
Umat BDI, kalau bisa GM nya lebih banyak lagi biar seru dan menarik. Terus GM dari majelisnya nya juga lebih komplit, supaya lebih banyak kenal. Kalo panitia kesalahannya tidak ada waktu yang tepat dan kegiatan harinya sangat singkat. Tentu belum puas dong.
Dewi peserta Majubuthi, acaranya bagus-bagus tapi kok setiap kegiatan yang diajak lebih dulu orang-orang yang dikenal saja. Itu mah namanya KKN namanya….ha..ha..
(TT)
|
|