WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

Presiden R.I. membuka Pasamuan Agung Walubi II

___________________



Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, pemerintah akan mengayomi, melindungi serta menjamin kemerdekaan seluruh penduduk dalam memeluk agama dan beribadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.

Amanat konstitusi ini menurut Presiden RI pada acara Pasamuan Agung Walubi II di Jakarta 21/4/06 sudah sesuai dengan kehidupan umat beragama di Indonesia.
Presiden menjelaskan, hak memeluk agama adalah hak yang paling azasi bagi manusia dan setiap orang bebas memilih agama dan kepercayaan nya masing-masing.

“Bangsa ini mustahil akan berdiri tegak tanpa toleransi di antara penganut agama yang berbeda-beda dan toleransi adalah faktor terpenting dalam membangun kebersamaan di antara perbedaan yang ada, kata Presiden SBY.

Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri atas berbagai suku, bahasa, adat istiadat, agama dan sejumlah identitas yang berbeda ungkap Presiden SBY. Sebagian besar menurut SBY adalah Islam, sebagian lagi Kristen, Hindu Buddha dan Kong Hu Cu.

Presiden SBY juga menjelaskan keragaman agama yang dipeluk menjadikan toleransi sebagai suatu kebutuhan yang harus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus memupuk kerukunan hidup beragama yang menjadi prasyarat penting bagi pembangunan, persatuan dan kesatuan bangsa, jelasnya.

Pada kesempatan ini Presiden SBY menerangkan tentang penyempurnaan Surat Keputusan bersama (SKB) th 1969 menjadi peraturan Menag RI dan Mendagri No.9/2006 dan No.8/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah dalam pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah.

Presiden SBY berpendapat peraturan bersama kedua menteri itu memiliki nilai strategis dalam memelihara kerukunan antar umat beragama. Dari kerukuanan itu adalah bagian integral dari kerukunan bermasyarakat dan bernegara, ujarnya.

Ditegaskan Presiden, setiap warga Negara harus saling membuka ruang untuk kemajuan bersama, bukan sendiri-sendiri. Dan prinsip tersebut harus selalu terpelihara karena sejalan dengan falsafah Indonesia. Presiden SBY melanjutkan, melihat semakin komplek nilai-nilai moral yang luhur dan menjadi semakin langka, mahal dalam kehidupan global. Presiden pun dihadapan peserta Pasamuan Agung II mengaku masih ada sebagian bangsa Indonesia memiliki kelemahan moral, tidak menghormati nilai-nilai etika serta melanggar kesusilaan. Semua ini menyebabkan timbulnya berbagai bentuk kekerasan, prilaku menyimpang dan tindak kejahatan. Presiden SBY mengajak umat Buddha untuk menerapkan nilai-nilai yang mulia itu dalam kehidupan sehari-hari.

Selain Presiden SBY, hadir juga Menag Maftuh Basyuni, Waket DPR Sutarjo Suryoguritno, Kapolri Jendral Sutanto, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan Ibu Hartati Murdaya.
Pada Penutupan Sidang Pasamuan Agung II WALUBI keputusan mutlak telah diambil dengan menetapkan Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia yakni Ibu Dra. S. Hartati Murdaya untuk masa bakti tahun 2006 - 2011.

Menteri Agama Maftuh Basyuni dalam sambutan tertulisnya dibacakan Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Cornelis Wowor MA. Mengucapkan kepada segenap umat Buddha, selamat dan sukses telah melaksanakan Pasamuan Agung II Walubi tahun 2006, dan berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing agar Bangsa Indonesia mampu menyelesaikan tugas yang dihadapinya, menuju masyarakat yang aman sejahtera.

 
   
   

 

 

Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.