Banyaknya Aliran Agama Buddha yang berkembang di Indonesia, antara lain Theravada, Mahayana, Budhayana, Tridharma dan Niciren. Dalam hal ini umat Buddha diharapkan harus hidup rukun dan harmonis, mengembangkan toleransi selain itu diusahakan tidak mengukur diri orang lain . Disampaikan Dirjen Bimas Buddha Irjen Pol.Drs. Budi Setiawan ketika melantik kepengurusan DPD WALUBI Provinsi Kepulauan Riau dan Syukuran Dirjen Bimas Buddha Baru di Laguna Hotel Tanjung Pinang-Batam 16/12/06.
Mantan orang nomor satu dijajaran Kepolisian Bali itu menjelaskan” kunci keharmonisan dalam Agama Buddha adalah memperbanyak sembahyang dan beramal, pasti rejeki mendekat”. Menanggapi persoalan dan masalah yg ada di Provinsi Kepulauan Riau. Budi masih mempelajari dengan cermat dan memberikan solusi “semua diselesaikan harus dengan kearifan. Awal masalah konflik umat secara pribadi jangan dicampur adukan kedalam agama” tegasnya.
Siraman rohani diisi Oleh Bhiksu Dutavira, menurutnya “masih banyak umat Buddha di Kepri hanya baca kitab suci Liam Keng dengan sujud dan tulus walaupun kurang memahami arti ayat-ayat suci yang dibacakan, tetapi berpahala”. Bhiksu Dutavira menjelaskan ,”kebaikan seseorang asal dilakukan positif walau tak mengerti, tetap mendapatkan pahala seperti layaknya orang buta yang membawa obor tentu akan memetik manfaatnya”.ujarnya.
Ass Gubernur Kepri Moctarudin, Wk.Walikota, Danrem 053 Kol.Inf.Ridwan dan Ketua Dewan Dewan Penyantun Sidharta yang merangkap pembawa acara, hadir saat itu memberikan aplaus dan pujian kepada Bhiksu atau yang disapa Suhu Benny saat Ceramah agama Buddha. Sedangkan Pelantikan pengurus baru dilakukan Oleh DPP WALUBI Kordinator Komunikasi & Urusan Agama Buddha DR.Rusli SH.MM.
DR.Hengky Suryawan terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Perwakilan Umat Buddha (DPD WALUBI) Provinsi Riau masa bakti 2006-2011 sedangkan Wakil Ketua dijabat oleh Rudi Tan.
Ketua WALUBI RIAU, Hengky Mengatakan tidak ada perbedaan dalam kerukunan umat beragama, yang terpenting dapat membulatkan tekad bergabung satu, membangun keragaman agama di Provinsi Kepulauan Riau. (toto)
|