|
Menteri Agama RI M.Maftuh Basyuni di rumah kediamannya Jl. Widya Chandra III/12A menerima rombongan Panitia Tri Suci Waisak 2551/2007 Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) bersama Ketua Umumnya Ibu Dra.S. Hartati Murdaya pada 16 April 2007.
Maftuh didampingi istri setianya Wiwi Basyuni mengatakan, WALUBI mendapat giliran menyelenggarakan even tahun ini yang tepat dicanangkan sebagai tahun kunjungan wisata ke Borobudur. ”Umat sekaligus dapat bersama merayakan Hari Tri Suci Waisak 2551/2007 di Candi Mendut dan Candi Agung Borobudur yang ditetapkan jatuh pada tanggal 1 Juni 2007”, kata Menag dan sambil menjelaskan, bahwa pada tahun lalu Waisak yang dirayakan di Candi Agung Borobudur Jateng, sempat diwarnai kepanikan dari umat yang datang berziarah. Karena Gunung Merapi menyemburkan hawa panas.
Ibu Dra.S.Hartati Murdaya hadir pada audiensi bersama jajaran Panitia Hari Tri Suci Waisak 2551/2007. Pada pertemuannya mengemukakan tentang kesehatan Menteri Agama yang baru pulang beberapa hari dari rumah sakit, namun jajaran Panitia Tri Suci Waisak 2551/2007 siap mendukung kesehatan Bapak Menteri, dalam berbagai cara akan dilakukan pengobatan alternatif tradisional China, diantarkan seusainya audiensi, ujarnya
Selanjutnya Ibu Hartati Murdaya yang memimpin pertemuan, memberitahukan topik jadwal acara Tri Suci Waisak 2551/2007 yang akan diselenggarakan WALUBI nanti. Dimulai dari pengambilan air, pengambilan api, ritualisasi, detik-detik waisak, kotbah/ceramah para Bhikkhu/Bhiksu, Prosesi dari Candi Mendut, ke Candi Agung Borobudur melewati Candi Pawon, Dharmasanti dan kesenian dari enam negara ASEAN berkolaborasi dalam opera drama kolosal Riwayat Buddha Gotama.
Hadir dalam kesempatan itu antara lain; Dirjen Bimas Buddha Drs.Budi Setiawan Ibu Hartati Murdaya, Bhiksu Dhyanavira, Bhiksu Tadisa Paramita, Lhama Lien Ie, Bhikkhu Kamsay, Bhiksuni Viryaguna, Bhiksuni Jusan, Citra Surya, Soejito Kusumo, Suhadi Senjaya, Irwan Kartasasmita, Rahmat Hartanto, N.Singgih SH, Alex Tumondo,Vonny, Ir.Willyanto Bactiar, Ayu Tiarawati, Moy-moy, Hendra Haryadi, Parni dan Erna Lambangtoro.
 
|
|