|
Kita resmikan Vihara ini dan semoga dengan adanya tempat ibadah Mahkota Merah dapat memiliki manfaat yang besar untuk umat dalam mengendalikan hati dan nafsu indria supaya tidak kebablasan. Kemudian kita sebagai umat Buddha, peduli dan tenggang rasa kepada lingkungan yang ada disekitar kita.
Demikian kata sambutan yang disampaikan Dirjen Bimas Buddha Depag RI, Drs Budi Setiawan Msc. saat meresmikan Vihara Cetya Tantrayana Satya Buddha Mahkota Merah di Jalan Cideng Timur I Jakarta Pusat, Minggu 6 Mei 2007.
Lebih lanjut Budi Setiawan menyampaikan dihadapan umat Buddha siapapun yang, mendapatkan masalah bisa berdoa di Vihara, agar memperoleh tuntunan batin dan lindungan Buddha untuk menyelesaikannya. Namun tak lupa agar umat selalu mematuhi peraturan agama dan hukum Negara agar bisa merasakan hidup yang lebih nyaman.
Sementara Ketua Umum Walubi Dra.S.Hartati Murdaya sambutan nya dibacakan Ketua DPP Walubi, Soejito Kusumo Kartiko SE, MBA. Perwakilan Umat Buddha Indonesia merasa bersyukur bahwa Vihara Tantrayana Satya Buddha dibawa naungan Madha tantri telah lahir kembali di Jakarta. Soejito mengungkap.” Walubi bersifat Non Intervensi sebagai mitra kerja umat Buddha. Dalam membangun kesadaran umat beragama adalah membuka luas, sekat mata kita, dimulai dari cara pandang dalam berpikir, selain itu harus menyikapi kebenaran agama sebagai obat penawar yang cocok, juga bisa digunakan sebagai jembatan untuk membina kerukunan tanpa harus mengorbankan pribadi seseorang”. Ujarnya. Soejito juga menyikapi umat agar kembali kepada prasasti Raja ASOKA pada tiga abad yang lalu.
Demikian Ketua Umum DPP Madha Tantri Rahmat Hartanto menyambut baik dan memberikan penghargaan setinggi-tinggi kepada Sie Shan Tung Zhe yang menghadirkan Vihara Mahkota Merah dan menjadikan Umat Buddha Tantrayana Satya Buddha tergerak untuk mewujudkan cita-cita yang religius.
Sementara Ketua Vihara Cetya Tantrayana Satya Buddha Mahkota Merah, Indriani “ Vihara Mahkota Merah merupakan pengembangan dari Vihara Sad Paramita yang berlokasi di Bandung-Jawa Barat”. Proses pengembangan yang begitu singkat cuma dalam waktu 5 bulan berjalan sudah dapat terealiasasi dan sementara umat yang berkebaktian baru sekitar 150 umat setiap Minggunya.
Acara Peresmian, membuka papan nama dan penandatanganan Vihara Mahkota Merah dilakukan Bapak Dirjen Bimas Buddha depag RI sedangkan pembukaan mata pratima Buddha oleh pemimpin ritual Sie Shan Tung Zhe.
Turut hadir dalam acara Peresmian Vihara Mahkota Merah, Drs.Budi Setiawan Msc, Soejito Kusumo SE, MBA, Rahmat Hartanto, I Nyoman Suriadarma (Pembimas Buddha DKI-Jakarta), Ketua DPD Madha Tantri DKI-Jakarta, Ketua DPD Madha Tantri Jateng, Ketua DPD Mada Tanri Jawa Barat. (toto)
|