BANGUNLAH badannya, bangunlah jiwanya dan jauihilah barang haram tersebut, jangan sentuh apalagi untuk mencobanya, bukan hanya badan menjadi rusak bahkan duit segunung pun akan habis, disampaikan Dirjen Bimas Buddha Depag RI Drs. Budi Setiawan MSc. saat membuka seminar Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Kalangan Umat Buddha Wanita Walubi di Hall C2 di Jakarta International Expo (JIEXPO) PRJ-Kemayoran.Sabtu,15/9/07
Sedangkan Drg Arwita Budi Setiawan (Ketua Panitia) yang juga Kepala Bidang Pelayanan Pusat Kedokteran Kesehatan Kepolisian Republik Indonesia (Kabidyankes POLRI) dalam sambutannya masalah penanganan narkoba khususnya narkotika di Indonesia, bukan hanya menjadi bagian tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan instansi terkait saja, bahkan menjadi tanggung jawab semua umat beragama. Dalam hal ini masyarakat Buddhis juga diharapkan senantiasa berperan serta membantu pemerintah dalam upaya pencegahan, dalam memberantas penyalahgunaan obat terlarang.
“sampai saat ini yang meninggal dunia sekitar 80 ribu orang, karena Narkoba dan terinfeksi HIV-AID. Ada juga yang berkepanjangan sehingga menjadi beban dan memberatkan ekonomi keluarga” kata Drg.Arwita
Sementara Bhiksuni Virya Guna memberikan pandangan, bahwa kita tidak bisa merubah lingkungan, namun yang bisa dirubah hanyalah melalui kekotoran batin dan daya kemampuan dengan menarik benang merah ke ajaran Buddha Dharma, disamping latihan pembinaan diri, pintanya.
Seminar sehari narkoba yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam arahannya dipimpin oleh Kombes Pol. Dr.Victor Pudjiadi SpB dan Pusdokkes POLRI oleh Dr.Harianto,SpOK.
Kegiatan Seminar dihadiri kalangan Pelajar, Mahasiswa Buddhis dan untuk umum, tampak, Budi Setiawan, Mahabhiksu Dhyanavira, Bhiksu Guna Badra, Panjika, Abhayahema, Ayu Tiarawati, Winarni H, Ester Setiowati, Alex Tumondo, N.Singgih, Kuifong dll
|
|