- 1H.Oyong, 2. Willyanto, 3.N.Singgih, 4.Suhadi, 6.Joko, 7.Soedjito, 8.Budi Setiawan, 10 Bhante Wongsin, 11, Eko, 12.Alek, 13. Ayu. Berfoto usai acara Peresmian STAB Dharma Widya di Kampus B, Lembang. 8/11.Budi Setiawan menandatangani batu prasasti STAB Dharma Widya di Kampus B,
- Pembang Bandung-Jabar disaksikan Soedjito dan Bhante Wongsin 8/11
- Pengguntingan pita oleh Budi Setiawan didampingi Joko Wuryanto, Bhante Wongsin, Soedjito, Oyong (Anggota DPRD), Eko Supeno
- Pemakaian jaket almamater Mahasiswa Oleh Budi Setiawan dan dibantu Joko Wuryanto
 |
|
Bakti umat sudah meningkat, semakin bertambah oleh karena itu kwalitas daripada sadar keimanan dan keyakinan, satu satunya adalah melalui jalan pendidikan yang harus dikembangkan secara menyeluruh. Dengan demikian kelak, umat bisa dilayani dari aspek peribadatan, pengabdian kepada Negara dan hidup selalu dalam konteks memegang teguh agamanya masing masing, berbudi pekerti luhur Disampaikan oleh Drs.Budi Setiawan MSc Dirjen Bimas Buddha Depag RI dalam rangka membuka resmi dan memberikan kuliah perdana di Kampus B, Sekolah Tinggi Agama Buddha(STAB) “Dharma Widya” di Jalan Kol.Masturi No.69 Lembang-Bandung, Jawa Barat pada Sabtu 8/11/08.
Drs Joko Wuryanto MPd,MSi Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha.
Mengharapkan, Kalo bisa semua Majelis memiliki STAB, minimal membuka jurusan ke panditaan dan jurusan guru, sehingga dengan memiliki pandita2 yang berkualitas sesuai dengan koridor ajaran Sang Buddha. Karena sangat dibutuhkan guru guru pendidikan agama. “namun setelah diluluskan Pemerintah, Majelis dan masyarakat harus dapat bekerjasama, sehingga lulusan yang tidak bisa diangkat pegawai negeri, bisa diserap oleh masyarakat dan nantinya majelis bisa mendanai“katanya
Tujuan inti didirikan STAB menurut Joko, adalah membentuk diri dan mempunyai sifat sifat kebuddhan seperti yang diterjemahkan dalam sifat welas asih, ujarnya.
Sementara Soedjito Kusumo K SE,MBA Ketua Yayasan”Dharma Widya”. Mengatakan, bahwa Pendidikan adalah sarana penting untuk mengembangkan dan memajukan kwalitas umat, masyarakat dan bangsa. Dijelaskan Soedjito, STAB “Dharma Widya” agak berbeda dengan STAB yang telah ada, karena Dharma Widya, selain mata kuliah berbahasa Inggris, mandarin, namun mempelajari juga bahasa Thailand, imbuhnya.
Sedangkan Pembina STAB “Dharma Widya”, YM. Phra Wongsin Labhiko Mahathera lebih mengutarakan pada Visi, Misi Dharma Widya, yakni berprestasi dalam pendidikan, pengajaran dan pengetahuan, disamping harus berbudi pekerti luhur, mandiri serta berguna bagi masyarakat.
Kegiatan acara dipadu oleh Angklung Gita Pundarika NSI, penyanyi solo Maitreya dan Kesenian dari Group Seni Jawa Barat Tan DESENG. .
Tampak hadir pada acara, puluhan bhante dari Theravada Indonesia dan Thailand, tokoh tokoh Buddhis, seperti : Willyanto Bachtiar, Ayu Tiarawati, N.Singgih, Alek Tumondo, Handoyo Oyong (Anggota DPRD Jabar),Suhadi, Eko Supeno (Pembimas Buddha Jabar), Tan Deseng (Seni Budaya), Rusli SH.

|