|

Dalam Rangka Penyelenggaraan Musyawarah Nasional Pertama Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis (Munas I - BKPB) pada tanggal 22 Agustus 2009 bertempat di gedung Museum Listrik TMII.Jakarta. Terdaftar para peserta Munas I sekitar 50 Yayasan Pendidikan Buddhis se- Indonesia dengan +/- 100 orang peserta. Ketua Panitia Munas I Handa Kartawidjaja didampingi Ketua Stering Comitte (SC) Soedjito Kusumo K., Ketua Organizing Comitte (OC) Gunananda Jayaputra dan Julianto Dermawan serta Hermawan melakukan audiensi dengan Dirjen Bimas Buddha Drs.Budi Setiawan MSc.pada Selasa (4/8).
Budi Setiawan dalam pandangannya, selaku pembina teknis, menyambut baik atas prakarsa pengelola pendidikan dilingkungan agama Buddha ini. Dan dikatakan Budi bahwa, kehidupan dan pendidikan agama Buddha di tanah air ini, sangat penting guna mengantisipasi perkembangan pendidikan dimasa yang akan datang.
Ditambahkan Budi, Pemerintah sekarang ini sedang melaksanakan penggalangan bantuan dana untuk memotivasi khususnya pendidikan sekolah diseluruh tanah air. sedangkan Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis (BKPB) ini nantinya akan mempunyai peran sebagai kepanjangan tangan Direktorat Pendidikan Bimbingan Masyarakat Buddha dalam rangka meningkatkan kwalitas sumber daya umat Buddha, kelak agar menjadi manusia seutuhnya, bermanfaat bagi kehidupan berbangsa, ujarnya.
Handa Kartawidjaja Ketua Panitia Munas I BKPB dalam programnya akan membentuk wadah yang bersifat nasional, mempersatukan komponen yang bergerak dalam pendidikan Buddhis seperti Yayasan - yayasan, mendirikan sekolah yang bercirikan Buddhis, sehingga mempunyai manajemen yang lebih baik dan sudah tentu mengutamakan mutu, sumber daya manusia yang dihandalkan. Minimal lulusan sekolahnya tahu akan benar atau salah dan baik atau buruk
Drs.A.Joko Wuryanto MSi Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Depag RI, dalam keterangan pers nya menjelaskan bahwa Pendidikan Sekolah yang bercirikan Buddhis diharapkan dapat menyatu dan ikut menyesuaikan pendidikan wajar 9 tahun. Upaya kedepan adalah pembenahan manajemen pengelolaan sekolah. “sehingga sekolah tidak kembang kempis. Disisi lain pembenahan SDM dan minimal Strata-2(S2), kurikulum minimal sarjana. Sarana dan pengelolan sekolah, perlengkapan sekolah, perpustakaan. Jumlah Yayasan sekolah hingga kini yang mendaftar di Departemen Agama sebanyak 87 sekolah’, ungkapnya.
Harapan Joko Wuryanto, BKPB nantinya akan mampu dan dapat bekerjasama dengan Direktorat.terkait. Dan Presiden SBY pun telah berjanji akan terus meningkatkan program disektor pendidikan, mudah-mudahan dapat berhasil.
Senada disampaikan Soedjito Kusumo Ketua SC, bahwa semua keperluan Munas telah disiapkan dengan matang, antara lain draf AD/ART, draf tata tertib, jadwal acara dan undangan serta lainnya. Semoga Munas I BKPB dapat memilih ketua umum yang siap berkorban untuk kemajuan pendidikan, mempunyai loyalitas, dinamis,penuh dedikasi dan punya program kerja yang nyata serta sesuai dengan harapan kita bersama.(toto)
Kerangan foto :
Foto 1 : foto Drs.Budi Setiawan didampingi Ketua Panitia Handa K, Ketua SC Soejito K, Ketua OC Gunananda bersama Staf Kepala Pelaksana Harian BKPB Hermawan dan Julianto.(4/8)tt
Foto 2 : Drs.Joko Wuryanto MSi berfoto bersama Handa, Soedjito dan Hermawan, Depag RI Jl.lapangan banteng no.3-4 Jakarta.(4/8)tt |