|

Ribuan Umat Tridharma dan simpatisan Buddhis, tumpah ruah di Kelentang / Tek Hay Kiong Bio di Jalan Gurame No.4 Tegal, Jawa tengah pada Senin (15/6).Dalam rangka Perayaan Sejit Kong Co Ceng Gwan Cin Kun (23 Go Gwee 2560).
Tradisi budaya yang sangat kental dengan etnik budaya Tionghoa selama 5 hari, menjadi bagian dari puncak acara adalah menggotong toapekong juga diawali dengan mengundang para dewa, mempersembahkan sesajian, pembacaan Kitab Suci Pak Tou Keng, penyebrangan jembatan 7 Bintang serta ritual upacara pembacaan Liam Keng untuk ulang tahun para dewa, dipimpin oleh Taosu Tan Ming Shan.
Kirab tandu membawa kimsin/rupang para dewa, sepanjang 800 meter banyak diikuti para simpatisan tidak hanya dari Tridharma, atau Buddhis saja, melainkan dari agama lain turut partisipasi menggotong dan mengarak toapekong dalam prosesi mengelilingi tempat ibadah.
Kegiatan acara dibuka oleh Walikota Tegal Ikmal jaya,SE.Ak.
N.Singgih SH, Ketua Lembaga Keagamaan Buddhis-Perwakilan Umat Buddha Indonesia (LKBI-WALUBI) Pusat, didamping Lim Kwei Fong Ketua Yayasan Vihara Budhi Mulya Jakarta Utara (anggota WALUBI) hadir ditempat acara mengatakan, sangat gembira dapat partisipasi, menyambut undangan Panitia Tek Hay Kiong.”selain menjaga hubungan keharmonisan dan silaturahmi, juga meningkatkan akar budaya etnik di Indonesia, serta rasa kebersamaan sesama umat dan kelenteng Bio/Miau.” Ujarnya.
Tradisi kirab keliling menggotong toapekong dari Vihara Budhi Mulya Jakarta Utara menurunkan rupang Kongco Hian Thian Sang Tee dan 2 buah barongsay diikuti sekitar 150 umat Budhi Mulya yang datang dari Jakarta dan Bandung. Antusias lebih banyak pendatang anak anak dari umat setempat, turut menggotong tandu Hian Thian Sang Tee, rupang Vihara Budhi Mulya.
Dalam iring iringan kirab terdapat pula partisipasi dari Tempat Ibadah Tri Dharma Jateng (pimpinan David Herman Jaya) anggota Walubi, meliputi Liong Hok Bio Magelang pimpinan Paul Chandra Wesiaji dan Salatiga pimpinan Go Soe Hien.
Dalam keterangan pers Ketua Yayasan Tri Dharma Tegal,Kwee Hong Koen, “kegiatan Perayaan Sejit Kong Co Ceng Gwan Cin Kun ini merupakan sebagai bentuk perwujudan gerak sosial yayasan dari bagian spiritual keagamaan religius,sedangkan momentum lain mengangkat gerak wisata daerah yang telah dimiliki kota Tegal.” Disamping itu Kwee, mengucapkan rasa terima kasih kepada khususnya Vihara Budhi Mulya Jakarta dan umumnya seluruh pendukung kirab yang datang dari luar daerah. Yang telah membuat acara menjadi sukses.
Dukungan partisipasi terhadap Kelenteng Tek Hay Kiong menurut Kwee Hong Koen sungguh luar biasa datang, seperti dari Kelenteng Jakarta, Magelang, Bali, Cirebon, Indramayu, Purwakarta, Cilacap, Comal, Ulujami, Losari, Karawang, Sukabumi, Bandung, Banjaran dan tuan rumah Tegal.
Tampak hadir : Suryata Khoe, Suhaily Samsudin & Ny, Mansyur & Ny, William Po, Ayun, Buntoro (Palmerah), Honggowidjojo(HAKKA), Ridwan Wahyudi Pengusaha Hotel Karlita. (Toto=)

Keterangan foto :
Foto 1 : Ki-Ka =Poncodiyono (1),Ponco Salim(3), William Po(4), Go Soe Hin(5), Suhaili Samsudin(6), Lim Kwei Fong(7), N.Singgih(8), Kwee Hong Koen(9), Boentoro Palmerah(10),Ridwan Wahyudi(11)
Foto 2 :Kirab tandu Kongco Hian Thian Sang Tee dari Vihara Budhi Mulya Jakarta dihiasi oleh anak anak setempat yang ingin menggotong, didampingi Lim Kwei Fong (kiri) dan Suryata (kanan), membelakangi N Singgih
|