Makna Api
Makna Air
Makna Prosesi
Makna Waisak
_______________

• Waisak 2009

• Waisak 2008

• Waisak 2007

• Waisak 2006

• Waisak 2005

• Waisak 2004

• Waisak 2003

• Waisak 2002

• Waisak 2001




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

Presiden Hadiri Peringatan Tri Suci Waisak

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Sabtu malam 9 Mei 2009 menghadiri Perayaan Tri Suci Waisak 2553 BE/2009, di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Perayaan memperingati kelahiran Bodhisatva Sidharta Gautama ini diadakan di pelataran candi Borobudur, dihadiri puluhan ribu umat Budha baik dari daerah-daerah di Indonesia maupun dari luar negeri seperti Kamboja, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Laos.

Dalam sambutannya Presiden mengatakan, peringatan Waisak 2009 ini sungguh istimewa karena dihadiri oleh umat Buddha dari negara-negara sahabat. "Kehadiran Saudara-saudara menunjukkan jalinan persaudaraan, kerukunan, dan kesetiakawanan diantara umat Buddha di dunia," kata SBY seperti disiarkan oleh Situs Kepresidenan presidensby.info.

Presiden menambahkan, bangsa kita dibangun dari berbagai etnis, suku, adat istiadat dan agama. Oleh karena itu mutlak diperlukan adanya keharmonisan dan kedamaian yang kokoh dan abadi. "Di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi saat ini, peningkatan kerukunan beragama, berbangsa dan bernegara menjadi sangat penting, " kata SBY.

Sebelumnya, Siti Hartati Murdaya selaku Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) melaporkan, berbagai kegiatan dilakukan Walubi menyambut perayaan Waisak 2009 ini, antara lain pengobatan gratis, bakti sosial, dan membersihkan Taman Makam Pahlawan di seluruh Imdonesia. "Kegiatan ini kami lakukan sejak Walubi terbentuk pada tahun 1979 di Yogyakarta," kata Hartati Murdaya.

Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengatakan, "Untuk itu pemerintah daerah Jateng berterimah kasih apabila rencana Walubi menata Borobudur dapat segera diwujudkan, sehingga menjadi daya tarik bagi pariwisata, baik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri."

Perayakan hari suci Waisak untuk memperingati tiga peristiwa, pertama lahirnya Bhodisatva, kedua memperingati pencapaian sempurna menjadi seorang Buddha, dan ketiga memperingati Maha Parinirwana Hyang Buddha.

Mengakhiri acara perayaan Waisak, dipersembahakan sendratari pementasan Tilkkhana dan Khisa Gotami, kolaborasi enam negara pelopor Trail of Civilization. Hadir juga Menbudpar Jero Wacik, dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.

Deklarasi Borobudur

Presiden juga menyampaikan rasa syukurnya karena Deklarasi Borobudur yang dicanangkan tiga tahun lalu semakin menemukan proses kreatif dalam bentuk kesenian, tradisi dan budaya yang bernuansa religius.

"Deklarasi ini juga semakin merekatkan harmoni dan kehidupan antar bangsa di Asia Tenggara. Malam ini kita akan menyaksikan wujud kreatifitas itu melalui pergelaran kesenian yang bertema Hukum Kesunyataan Tilakkhana Anicca, Dhukkha, Anatta. Sebuah pagelaran spiritual, dan semangat kebersamaan sesama umat Buddha di kawasan Asean," kata SBY.

Diakhir sambutannya Presiden mengajak seluruh umat Buddha di seluruh tanah air untuk menjadikan hari Waisak tahun ini sebagai momentum dalam membangun nilai-nilai luhur bangsa yang moderat, toleran dan senantiasa menghormati kemajemukan. Detikcom melaporkan tepat pukul 11.10'01' WIB, ribuan umat Budha melewati Puja Bhakti detik-detik puncak hari Trisuci Waisak 2553 BE/2009 di Candi Mendut, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu siang dengan penuh khidmat. Puncak perayan Waisak ini ditandai dengan meditasi bersama.

Terlihat hadir dalam rangkaian kegiatan Puja Bhakti Waisak di Candi Mendut antara lain Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Walubi Siti Hartati Murdaya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Walubi Jateng David Hermanjaya, Kapolda Jawa Tengah Alex Bambang, dan Direktur Jenderal Bimas Budha Depag RI Budi Setiawan.

Dalam sambutannya, Hartati mengatakan Walubi adalah organisasi yang bersifat sosial keagamaan dan wadah kemasyarakatan yang bernafaskan agama Budha.

Walubi, lanjut Hartati, wadah pemersatu majelis-majelis agama Budha dan lembaga keagamaan Budha anggota Walubi yang senantiasa berada dalam suasana rukun.

Pada kesempatan tersebut, Hartati juga meminta umat Budha agar menjaga kerukunan dan perdamaian. Apalagi dalam menghadapi Pilpres pada bulan Juli mendatang.

Perayaan hari Trisuci Waisak ini akan dilanjutkan dengan prosesi dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur melewati Candi Pawon mulai pukul 14.30-17.30.

Puncak acara akan berlangsung di pelataran Candi Borobudur pada malam hari pukul 19.00 WIB. Dalam hal ini, panitia berharap Menteri Agama dan Gubernur Jateng bisa menghadiri seremonial ini.

Pada pukul 21.30 WIB akan diadakan prosesi mengelilingi Candi Agung Borobudur dengan menyalakan lilin.

Tri Suci Waisak sebagai perayaan yang dilakukan umat Budha atas tiga perisiwa penting dalam ajaran Budha yakni kelahiran Sidarta Gautama, Sidarta mencapai kesempurnaan, dan wafat Sang Budha.


 

 

 

Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.