Indonesia kehilangan satu lagi Tokoh sekaligus Bhiksu Mahayana Senior yakni Bhiksu Dhyanavira Mahasthavira biasa dipanggil Suhu Ding Xiong Tafashe.
Suhu Ding Xiong (57th) telah menjalankan tugas kesucian menjadi Bhiksu selama pengabdian 30 tahun. Kini telah tiada, mendiang wafat hari Sabtu(20/8) di Rumah Sakit Bumrungrad Bangkok-Thailand dan dikremasi (25/8)oleh Venerable Phra Dharma Kosajarn.
Pada (26/8) abu dari hasil peleburan badan jasmani Bhiksu berasal dari Pematang Siantar, Sumatera Utara itu, disemayamkan di Vihara Buddha Murni di Jalan Tanjung Morawa-Medan.
Mendiang Ding Xiong Tafashe, viharanya memiliki rupang “Kuan Yin” tertinggi di Asia Tenggara, namun pernah mendapatkan penghargaan Museum Rekor Indonesia, waktu itu.
21 hari sudah mendiang disemayamkan dan didoakan oleh Majelis majelis yang bergabung di Perwakilan Umat Buddha Indonesia(WALUBI) pimpinan Ibu Dra.S.Hartati Murdaya dengan kepercayaan tata cara upacara dari aliran masing masing diantaranya, dari MAHAYANA, THERAVADA, TRIDHARMA, ZFZ Kasogatan, MAITERYA dan MADHA TANTRI di Vihara Avalokitesvara Vipassana Graha (AVG) di Jalan Sunter Bisma Jakarta Utara pada Jum’at,(9/9/11)sore.
Sedangkan umat Buddha Vihara Prajna yang terletak di Taman Surya V, Cengkareng Jakarta Barat upacara persembahyangan untuk mendiang Suhu Ding Xiong dilakukan pagi hingga sore hari.
Bhiksuni Ru Shan usai upacara persembahyangan pada Jum’at (9/9)pagi, dirinya mengatakan telah siap melanjutkan tugas suci dari perjuangan Suhu Ding Xiong kedepan, baik yang belum dicapai maupun yang sedang berjalan dalam pengembangan agama Buddha.
Pemanjatan doa di Vihara Prajna dipimpin oleh Bhiksu Hue Zheng, Bhiksuni Ru Shan dan Bhiksuni Ming Shan (toto).
Alm. Bhiksu Senior pernah di wisuda kebhiksuan(Tahbis)tahun 1978 oleh Bhiksu Fa Chan. Dan pada tahun 1979 diterima resmi di upasampada sebagai bhiksu di Taiwan menjadi murid dari Bhiksu Fai Sheng.
|