Pembukaan
DPP Walubi
DPD Walubi
Perwakilan
Program Umum
Lambang
Ikrar
Hymne



WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002



Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

Jangan Hancurkan NKRI

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek dan Perayaan Cap Go Meh semoga berkah Imlek dapat membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semua dan seluruh rakyat Indonesia.

Demikian disampaikan Presiden RI dalam sambutannya di hadapan warga Tionghoa dari lintas agama di Hall D, JIExpo, Arena PRJ, Kemayoran Jakarta, Senin(21/2/11) pk.19.30 malam

Presiden SBY yang saat itu mengenakan baju merah menyala menekankan bahwa dengan ridho Tuhan YME, Indonesia akan semakin berjaya. Presiden juga mengatakan ada 2 syarat agar bangsa makin maju. Pertama, rakyat harus rukun, kompak, dan penuh persaudaraaan. Kedua, semuanya mau berikhtiar dan bekerja keras untuk memajukan negeri ini.

"Jangan mengulur lagi, kita harus makin rukun, kompak dan bekerja gigih, bersama-sama membangun negeri ini agar ke depan makin maju, damai dan sejahtera," SBY menjelaskan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono serta Wapres Boediono dan Ibu Herawati Boediono, hadir memasuki ruangan acara pukul 19.30 WIB, menghadiri perayaan Cap Go Meh Bersama ke-4, merupakan perayaan hari ke-15 setelah tahun baru Imlek 2562 yang jatuh pada 3 Februari 2011 lalu. Perayaan Cap Go Meh ini merupakan akhir dari rangkaian kegiatan tahun baru Imlek.

Perayaan kali ini mengangkat tema "Jayalah Indonesiaku" yang dimaknai untuk mengingatkan bangsa Indonesia bahwa kejayaan Indonesia bukanlah sesuatu yang bisa diraih secara mudah. Melainkan harus diupayakan melalui pengorbanan dan kerja keras seluruh elemen masyarakat tak terkecuali suku Tionghoa Indonesia. Suku Tionghoa juga memiliki rasa tanggung jawab yang sama besarnya untuk terus memajukan peri kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Perayaan kali ini diawali dengan persembahan tari selamat datang He Xing Nian oleh sanggar tari Arina. Dimeriahkan pula oleh hiburan dari artis ternama Indonesia seperti Titiek Puspa, Rafika Duri, Harvey Malaiholo, dan Dharma Oratmangun. Selain itu juga disuguhkan drama musikal berjudul Jayalah Negeriku garapan Haryati Abelam, yang menceritakan tentang dinamika masyarakat tionghoa Indonesia.

Dalam laporannya Ketua Pembina Forum Bersama Indonesia Tionghoa, Murdaya Poo mengucapkan terima kasih atas diamandemennya Undang Undang Kewarganegaraan yang melahirkan UU No. 12 tahun 2006 dan UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik yaitu UU No. 40 tahun 2008.

"Pada kesempatan itu, kebetulan saya mendapat kesempatan mengabdikan diri di DPR RI sebagai Ketua Pansus dan Panja kedua undang undang tersebut," kata Murdaya.

Murdaya juga mengimbau siapa saja yang selama ini masih diam agar segera menunjukkan keberanian dan ketegasan secara bersama mendukung SBY dalam menegakkan hukum, reformasi birokrasi, menjaga keamanan, memberantas korupsi, dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Jangan hancurkan NKRI karena akan menyia-nyiakan waktu dan perjuangan kita yang panjang sejak di zaman nenek moyang," ujar Murdaya.

Terlihat hadir dalam perayaan Cap Go Meh kali ini antara lain Menko Kesra Agung Laksono, Menbudpar Jero Wacik, Ketua MPR Taufik Kiemas, dan Ketua DPR Marzuki Ali, Ketum Walubi Hartati Murdaya, Menpora Andi Malaranggeng, Menkopolkam Joko Suyanto, Kapolri Timor Pradopo, Tong Joe, Para Bhikku Sangha, jajaran majelis majelis di Walubi dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Totok Lestiyo.

Share |

 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.