Presiden SBY berharap kepada para tokoh agama dapat memainkan peran utama untulk memberikan pencerahan , pencerdasan dan keteladanan kepada umatnya.
Kebahagiaan dan kedamaian akan tercipta jika kita menjauhkan diri dari kebencian, kecemasan dan ketakutan . Kebahagiaan dan kedamaian akan terbangun dengan menumbuhsuburkan kasih sayang, toleransi dan persaudaraan. Kebahagiaan akan dapat dinikmati dengan kesucian rohani.
Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat menghadiri Dharmasanti Waisak 2555 BE tahun 2011, pada Sabtu(21/5/11) di Hall D - JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Presiden RI menyampaikan lebih lanjut, dalam gerak kehidupan kita, kebahagiaan dan kedamaian merupakan sumber kekuatan yang mampu menghasilkan energi positif menuju kehidupan bangsa yang sejahtera, aman, tenteram dan damai.
Presiden juga mengajak segenap umat Buddha diseluruh tanah air untuk meneladani nilai-nilai universal dari Dharma yang diajarkan oleh Sang Buddha.Selain itu,Presiden juga mengajak para pemuka agama untuk mengedepankan kearifan, kewibawaan dan kemuliaan dalam menghadapi berbagai persoalan.
Beliau juga sungguh berharap kepada para tokoh agama, agar dapat memainkan peran utama untuk memberikan pencerahan, pencerdasan dan keteladanan kepada umatnya.
"Sungguh mulia adanya jika para pemuka agama senantiasa memberikan pernyataan yang menentramkan, mendamaikan dan memberikan motivasi kepada umatnya untuk terus bersikap optimis dan berpikir positif, seberat apapun tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh bangsa kita"harap Presiden SBY.
Sementara itu Hartati Murdaya Po selaku Panitia Dharmasanti Waisak 2555 BE, mengatakan tujuan dari pada peringatan Hari Trisuci Waisak yang setiap tahun diselenggarakan, mengingatkan umat tentang jalan kehidupan Sang Buddha Gotama yang patut dijadikan contoh teladan sempurna bagi para pengikutnya, kemudian meningkatkan kerukunan dan rasa kebersamaan, serta mendukung pemerintahdalam melaksanakan Tri Kerukunan umat beragama.
Senada Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthavira dalam memberikan Pesan Waisaknya mengatakan inspirasi dan motivasi Waisak mengajarkan kita keatas berjuang mencapai keBuddhaan, sedangkan kebawah menolong semua makhluk. "
Sama seperti tahun lalu Dharmasanti Waisak 2011 dibawah naungan WALUBI, kali ini juga diisi dengan kesenian sendratari kolosal " The Life of The Buddha" dengan thema Mencari Kebahagiaan dan Kedamaian dari Dalam Diri Sendiri".
Sesuai dengan themanya sendratari tersebut mengisahkan secara singkat riwayat hidup Buddha Gotama dari kelahiranNya,sebagai Pangeran Siddhartha, Pencerahan dan Parinibbana.
Salah satu fragmen yang mungkin cukup menggelitik bagi para umat yang menyimak acara tersebut, sendratari yang menampilkan para penari dengan musik instrumental lagu"Chaiyya-Chaiyya", sebuah lagu India yang pernah dinyanyikan secara lip-sing oleh Briptu Norman kamaru seorang polisi dari Gorontalo, yang sempat menjadi buah bibir bulan lalu.
Dalam acara ini Presiden SBY didampingi oleh Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Prof.DR Boediono beserta Herawati Boediono, serta sejumlah menteri Kabinet Bersatu II dan pejabat tinggi negara, antara lain ; Menteri Agama Suryadharma Ali,Menteri Kebudayaan dan Parawisata Jero Wacik, Sudi Silalahi, Andy Malaranggeng, Agung Laksono, Ketua MPR Taufik Kiemas,Gubernur DKI-Jakarta Fauzi Bowo dll.
Hadir pula sejumlah tokoh Buddhis dan tokoh Tionghoa, antara lain Murdaya Po, Arief harsono, Anton Setiawan, Suhadi Senjaja, Soedjito Kusumo, Aju Tiarawati, Handojo Oyong, Ongko Prawiro, Alex Tumondo, Sugeng Prananto, Alim Markus, Melinda tedja,Suwarno Chandera, dlsb.
|