Pembukaan
DPP Walubi
DPD Walubi
Perwakilan
Program Umum
Lambang
Ikrar
Hymne



WARTA WALUBI


WARTA MAJELIS



Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

Tokoh tokoh Agama Buddha di WALUBI bersama BNN Perangi Narkoba

Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) duduk bersama untuk peduli dalam menyelamatkan bangsa ini untuk tidak menggunakan obat obat terlarang sejenis narkoba.

Tokoh-tokoh agama dari 13 Majelis Agama Buddha, Bhiksu Sangha yang tergabung di Walubi datang memenuhi undangan pertemuan dengan BNN di Gedung Walubi Jalan Abdul Muis No.62 Jakarta,Kamis (10/12)

Dari pertemuannya para tokoh yang hadir sangat prihatin, khawatir umatnya terkena narkoba.sedangkan tatap muka selama sehari dengan anggota BNN, WALUBI optimis bahasan memerangi narkoba dari tingkat pimpinan Majelis pusat melalui vihara dan cetiya yang dipimpinnya di tanah air, akan menghasilkan yang terbaik buat umatnya.

Salah satu organisasi keagamaan seperti WALUBI adalah sangat tepat dan merupakan pembina serta penuntun masyarakat keagamaan ke arah jalan yang positif. Tokoh-tokoh agama Buddha memang peduli mempunyai wewenang di lingkungannya dalam memberikan penyuluhan berbagai dukungan bantuan untuk pembinaan umat nya masing-masing, kata Drs.Efendi Hansen salah satu tokoh Majelis Agama Buddha Mahayana Tanah Suci.



Hansen m emberikan apresiasi menyambut positif dengan kehadiran BNN di Walubi sehingga dapat bekerjasama dengan baik, guna pencegahan bersama, karena narkoba sudah sangat berbahaya dan sangat mematikan apalagi bila sudah masuk kelingkungan vihara atau cetiya. Hansen berharap agar semua yang hadir tidak tercemar atau terkontaminasi bila barang haram tersebut masuk di lingkungannya.

Sebagai tokoh agama, pada posisi yang tergolong wajib dalam masyarakat untuk menggerakan umat dan masyarakat dapat mencegah dan mengatasi berbagai masalah di lingkungan termasuk masalah narkoba. Memperkuat rasa kesatuan umat/warga, mewujudkan generasi muda yang sehat jasmani dan rohani, berbudi luhur dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kata Hansen

Kepala Seksi Kelompok Masyarakat BNN David A Hutapea mengakui, keberadaan narkoba sangat sulit diberantas sebab permintaan selalu ada. Sesuai hukum pasar, saat ada permintaan, maka produsen narkoba akan bermunculan dengan sendirinya. Apalagi, untuk memproduksi narkoba biayanya sangat murah dan bisa dipelajari melalui internet.

"Dengan modal Rp25 juta saja kita sekarang sudah bisa bikin 'kitchen lab' untuk memproduksi sabu-sabu. Cara bikinnya tinggal 'googling' aja. Bahan bakunya juga tidak sulit ditemukan dan ada di toko kimia," tukasnya.
Acara dibuka dan ditutup dengan Doa oleh, Lian Yi Fashi dan Lian Ding Fashi dari Majelis MADHA TANTRI.

Hadir pada acara tersebut,: DR.Soedjito Kusumo,SE.MBA. , Alex Tumondo, Lian Ding Fashi, Lian YI fashi, Irwan Kartasasmita, Esther Setiawati, Mulyadi, Paulus Misjuar, Chandra, Alvino, Lim Wira Wijaya,Gouw Tjeng Sun, Abhayahema. (toto).

Keterangan foto :
Foto 1 : Hansen,David Hutapea, Soedjito, Lian Yi Fashe, Lian Ding Fashe, Alex, berfoto bersama
Foto 2 : Hansen, David, Soedjito, Alex dan dua Fashi pimpin doa bersama
Foto 3 : David sharing ttg narkoba dengan para Tokoh agama Buddha di Walubi



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.