Pembukaan
DPP Walubi
DPD Walubi
Perwakilan
Program Umum
Lambang
Ikrar
Hymne



WARTA WALUBI


WARTA MAJELIS



Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

WALUBI dan TNI-AU Tandatangani MoU Kerjasama Atasi Kesehatan Warga Marginal


Presiden Joko Widodo berharap masyarakat bisa ‘naik kelas’ dan berevolusi, dari orientasi konsumsi yang maksimal konsumsi menjadi orientasi konsumen yang mampu menentukan pilihan konsumsinya. Harapan ini disampaikan Presiden Jokowi dalam arahannya yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong pada acara puncak peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2016 di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (26/4) pagi.

Mendag menjelaskan, pemahaman akan pentingnya perlindungan konsumen perlu diperkuat agar konsumen mampu membuat pilihan dan keputusan yang tepat dalam mengkonsumsi dan menggunakan barang, serta memanfaatkan jasa hanya yang sesuai dengan ketentuan.

Lembong menegaskan, konsumen Indonesia harus berevolusi menjadi konsumen yang cerdas. Bahwa Konsumen harus menuntut transformasi perekonomian, sektor konsumsi pun harus bertransformasi.

“Konsumen harus lebih “cerewet” seperti di Korea atau Jepang, dalam menuntut kualitas dari produk dan jasa yang mereka konsumsi agar produsen berusaha menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas tinggi,” tutur Mendag.

Dengan Produk yang berkualitas tinggi tersebut, Mendag meyakini, produk yang dihasilkan bisa bersaing di luar. “Itu sebuah permulaan dari daya saing sektor produktivitas. Itu diawali dari sektor domestik dan konsumen berhak untuk menuntut produsen, itu kira-kira,” jelas Mendag.

Mendag menyampaikan arahan Presiden Jokowi yaitu agar konsumen lebih memainkan peran dan kesadaran sebagai konsumen. Menurutnya, kesadaran konsumen di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain. Hal ini ditunjukkan oleh Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) 2015 di Indonesia yang masih ada di angka 34,17 persen.

“Kita-kita semua sebagai suatu bangsa yang harus semakin produktif, semakin kompetitif,” tutur Mendag Thomas Lembong.

Upaya peningkatan pemahaman perlindungan konsumen juga dimaksudkan untuk membentuk konsumen cerdas, mandiri, dan cinta produk dalam negeri.

“Dengan ini diharapkan mendorong pelaku usaha untuk lebih bertanggungjawab dalam memperdagangkan barang atau jasa, baik dalam produk dalam negeri maupun produk impor,” ujar Mendag.

Harkonas yang jatuh pada tanggal 20 April kali ini mengusung tema Gerakan Konsumen Cerdas Mandiri dengan Mencintai Produk Dalam Negeri.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan notakesepahaman edukasi Konsumen cerdas di antara perguruan tinggi (Institut Pertanian Bogor, Universitas Tarumanegara, Universitas Singaperbangsa) dengan ormas keagamaan (Majelis Ulama Indonesia, PP Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia, Persekutuan Gereja Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Perwakilan Umat Budha Indonesia, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, dan Badan Kontak Majelis Taklim Indonesia).

Tampak hadir dalam acara tersebut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri PPN/Kepada Bappenas Sofyan Djalil, dan Kepalaa Badan Ekonomi Kreatrif Triawan Munaf.

Keterangan foto :

  1. Mendag Thomas Lembong, mewakili Presiden RI, didampingi Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri PPN/Kepada Bappenas Sofyan Djali, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf saat memperingati Puncak Harkonas, Selasa (26/4) pagi, di Lapangan Banteng, Jakarta.
  2. Nota Kesepahaman Edukasi Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan dengan Ormas Keagamaan
  3. Penandatanganan Kesepahaman Menteri Perdagangan dan WALUBI
  4. Penyerahan nota kesefahaman Thomas Lembong dan Prajna Murdaya disaksikan Menteri dan anggota DPR RI



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.